"Membumikan" Al-Quran

"Membumikan" Al-Quran

M. Quraish Shihab / Apr 06, 2020

Membumikan Al Quran Buku ini adalah karya seorang pakar tafsir dan ilmu ilmu Al Quran dalam upaya kerasnya memancarkan kilau cahaya sudut sudut penting intan yang dikandung Al Quran Berasal dari enam puluh lebih makalah

  • Title: "Membumikan" Al-Quran
  • Author: M. Quraish Shihab
  • ISBN: 9794330175
  • Page: 455
  • Format: Hardcover
  • Buku ini adalah karya seorang pakar tafsir dan ilmu ilmu Al Quran dalam upaya kerasnya memancarkan kilau cahaya sudut sudut penting intan yang dikandung Al Quran Berasal dari enam puluh lebih makalah dan ceramah yang pernah disampaikan oleh penulisnya pada rentang waktu 1975 hingga 1992, tema dan gaya pembahasan buku ini terpola menjadi dua bagian Di Bagian Pertama, seBuku ini adalah karya seorang pakar tafsir dan ilmu ilmu Al Quran dalam upaya kerasnya memancarkan kilau cahaya sudut sudut penting intan yang dikandung Al Quran Berasal dari enam puluh lebih makalah dan ceramah yang pernah disampaikan oleh penulisnya pada rentang waktu 1975 hingga 1992, tema dan gaya pembahasan buku ini terpola menjadi dua bagian Di Bagian Pertama, secara efektif dan efisien, penulis menjabarkan dan membahas pelbagai aturan main berkaitan dengan cara cara memahami Al Quran Di Bagian Kedua, secara jenial, penulis mendemonstrasikan keahliannya dalam memahami, sekaligus juga mencarikan jalan keluar bagi problem problem intelektual dan sosial yang muncul di dalam masyarakat dengan berpijak pada aturan main Al Quran Meskipun belum semua problematik di seputar studi studi Al Quran, keislaman, dan kemasyarakatan terungkap secara menyeluruh, buku ini diharapkan dapat mengantarkan para peminat studi Al Quran pada khususnya dan studi keislaman pada umumnya untuk melangkah lebih jauh dan terarah Sebuah buku penting dan langka di bidangnya, serta ditulis oleh seorang pakar yang juga langka di bidangnya.

    • [PDF] ↠ Unlimited ✓ "Membumikan" Al-Quran : by M. Quraish Shihab ✓
      455 M. Quraish Shihab
    • thumbnail Title: [PDF] ↠ Unlimited ✓ "Membumikan" Al-Quran : by M. Quraish Shihab ✓
      Posted by:M. Quraish Shihab
      Published :2020-01-02T15:04:34+00:00

    About "M. Quraish Shihab"

      • M. Quraish Shihab

        Prof Dr Muhammad Quraish Shihab, MA adalah seorang cendekiawan muslim dalam ilmu ilmu Al Qur an dan mantan Menteri Agama pada Kabinet Pembangunan VII 1998.Ia dilahirkan di Rappang, pada tanggal 16 Februari 1944 Orangtua Quraish Shihab adalah Bapak Abdurrahman Shihab dan Ibu Asma Aburisyi Quraish adalah putra ke empat dari 12 bersaudara Tiga kakaknya, Nur, Ali dan Umar serta dua adiknya, Wardah dan Alwi Shihab, juga lahir di Rappang Tujuh adik lainnya yaitu Nina, Sida Nizar, Abdul Mutalib, Salwa dan adik kembar Ulfa dan Latifah, lahir di Kampung Buton.Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di Ujung Pandang, ia melanjutkan pendidikan tingkat menengah di Malang, yang ia lakukan sambil menyantri di Pondok Pesantren Darul Hadits Al Faqihiyyah.Pada tahun 1958 Ia berangkat ke Kairo, Mesir, dan diterima di kelas II Tsanawiyah Al Azhar Tahun 1967, dia meraih gelar Lc S 1 pada fakultas Ushuluddin jurusan Tafsir dan Hadits Universitas Al Azhar Ia kemudian melanjutkan pendidikan di fakultas yang sama dan pada tahun 1969 meraih gelar MA untuk spesialisasi bidang Tafsir Al Qur an dengan tesis berjudul Al I jaz Al Tasyri i li Al Qur an Al Karim.Sekembalinya ke Ujung Pandang, Quraish Shihab dipercaya untuk menjabat Wakil Rektor bidang Akademis dan Kemahasiswaan pada IAIN Alauddin, Ujung Pandang Selain itu, Ia juga diserahi jabatan jabatan lain, baik di dalam lingkungan kampus seperti Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah VII Indonesia Bagian Timur, maupun di luar kampus seperti Pembantu Pimpinan Kepolisian Indonesia Timur dalam bidang pembinaan mental Selama di Ujung Pandang, Ia juga sempat melakukan beberapa penelitian antara lain, penelitian dengan tema Penerapan Kerukunan Hidup Beragama di Indonesia Timur 1975 dan Masalah Wakaf Sulawesi Selatan 1978.Quraish Shihab menikah dengan Fatmawaty Assegaf pada 2 Februari 1975 di Solo Mereka dikaruniai lima orang anak, Najelaa, Najwa, Nasywa, Ahmad dan Nahla Najelaa menikah dengan Ahmad Fikri Assegaf dan memiliki tiga anak, Fathi, Nishrin dan Nihlah Putri kedua, Najwa Shihab menikah dengan Ibrahim Syarief Assegaf dan memiliki dua orang anak, Izzat dan almarhumah Namiya Putri ke tiga Nasywa, menikah dengan Muhammad Riza Alaydrus, dan memiliki dua orang putri, Naziha dan Nuha Ahmad Shihab, satu satunya anak laki laki dari Quraish Shihab, menikah dengan Sidah Al Hadad.Tahun 1980 , Quraish Shihab kembali ke Kairo dan melanjutkan pendidikan di almamater lamanya Tahun 1982 Ia meraih doktornya dalam bidang ilmu ilmu Al Qur an dengan disertasi yang berjudul Nazhm Al Durar li Al Biqa iy, Tahqiq wa Dirasah, Ia lulus dengan yudisium Summa Cum Laude disertai penghargaan tingkat I mumtaz ma a martabat al syaraf al ula.Sekembalinya ke Indonesia, sejak 1984 Quraish Shihab ditugaskan di Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Pasca Sarjana IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta Selain itu, di luar kampus, Ia juga dipercayakan untuk menduduki berbagai jabatan Antara lain Ketua Majelis Ulama Indonesia MUI Pusat sejak 1984 Anggota Lajnah Pentashbih Al Qur an Departemen Agama sejak 1989 Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional sejak 1989.Quraish Shihab juga banyak terlibat dalam beberapa organisasi profesional antara lain Pengurus Perhimpunan Ilmu Ilmu Syari ah Pengurus Konsorsium Ilmu Ilmu Agama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan Asisten Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia ICMI.Saat ini, Quraish Shihab aktif menulis artikel, buku dan karya karyanya diterbitkan oleh Penerbit Lentera Hati Salah satu karanya yang terkenal adalah Tafsir al Mishbah, yaitu tafsir lengkap yang terdiri dari 15 volume dan telah diterbitkan sejak 2003.Selain sebagai penulis, sehari hari Quraish Shihab memimpin Pusat Studi al Qur an, lembaga non profit yang bertujuan untuk membumikan al Qur an kepada masyarakat yang pluralistik dan menciptakan kader mufasir ahli tafsir al Qur an yang profesional.


    917 Comments

    1. ini buku bagus banget.r2 bawa kita merenungi apa arti hidup kita yang sesungguhnya, untuk apa kita hidup, gimana semestinya menghadapi hidup(semuanya dengan kembali pada ALLAH) dll banyak lagi yang bermanfaatBuku ini wajib kamu berikan pada orang2 yang kita sayangi


    2. Selama ini masyarakat muslim Indonesia sudah ada minat dan kecintaan mendengar ayat-ayat Alquran. Itu misalnya terlihat dari kaset-kaset yang dijual atau dalam acara-acara keagamaan yang selalu diperdengarkan ayat-ayat Alquran, baik melalui kaset maupun melalui qari/qariah. Hanya saja, ini kan memang belum sampai ke sana (kepada kecintaan Alquran yang sebenarnya--red). Karena itu, kecintaan terhadap Alquran semestinya lahir dalam wujud kecintaan mengamalkan ajaran-ajaran Alquran.Nah, kecintaan m [...]


    3. Perkenalan pertama bagi saya atas tulisan dan pendapat Quraish Shihab. Pada awalnya saya hanya tertarik pada bagian "Selamat Natal menurut Al-Quran". Bagi saya penjelasn Quraish menambah wawasan dan makna dari acara Natal itu sendiri. Isu-isu lainnya dalam buku ini juga menampilkan kondisi yang sehari-hari muslim hadapi. Dengan ketegasan pada garis pemikiran bahwa Al-Quran (dan tentnya Islam) adalah benar maka ia menempatkan isu kebenaran Al-Quran sebagai pembuka dari buku ini. niknya buku ini m [...]


    4. saya menyukai bagian pembahasan posisi Al Qur'an terhadap ilmu pengetahuan, bagaimana sikap yg sebaiknya kita ambil. bab-bab terakhir juga menarik, tentang Isra Mi'raj, lailatul qadar, dan hukum mengucapkab selamat Natal. banyak membahas metode tafsir, syarat & batasannya, serta permasalahannya.








    5. Ini sumpah keren banget. Ya lebih jadi muslimah yang slow aja gitu heheTapi aku bacanya lama banget. Soalnya per bab tak pahami tak resapi dulu trus baru ganti bab lagi. Dan juga waktunya ke potong buat ngerjain tugas kuliah juga sih




    6. Sebelum aku mulai review, aku ingin mengingatkan bahwa ini adalah kali pertama aku me-review buku di . Sebelumnya hanya mencentang dan memberi bintang. Jadi, mohon maaf jika (seandainya) review-ku tidak sepenuhnya menjawab pertanyaan-pertanyaan kalian yang sejauh ini masih bingung memutuskan untuk membeli buku ini atau tidak.***Sebenarnya, aku sudah ingin membaca buku ini sejak tahun lalu. Namun, karena buku-buku lain sudah mengantri lebih awal, aku terpaksa ‘melengserkan’ buku ini ke dereta [...]


    7. Awalnya saya pikir buku ini merupakan buah tulisan murni dari Prof Quraish Shihah tentang bagaimana Al-Qur'ran dikontekstualisasikan dengan kondisi perkembangan zaman. Saya sedikit kecewa kkarena menemukan buku ini hanya kumpulan pidatonya di berbagai forum. Buku ini menjadi sangat tebal dan agak menjenuhkan untuk dibaca karena topik yang dibahas gado-gado, dan konten materi yang sangat pas-pasn (karena memang secara teks ditulis untuk disampaikan secara verbal).Namun, buku ini cukup OK lah untu [...]


    8. Ayat-ayat Al-Qur'an diibaratkan 'Abdullah Darraz, dalam Al-Naba' Al-'Azhim seperti intan: setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda dengan apa yang terpancar dari sudut-sudut lain. Dan tidak mustahil, orang lain bisa melihat lebih banyak ketimbang apa yang Anda lihat.Di buku ini penulis mengajak kita untuk mengenal intan tersebut dan memperlihatkan cahayanya dari berbagai sudut berbeda. Kemudian beliau tidak lupa memberikan saran dan kiat menyerap cahaya-cahaya tersebut untuk meningkatkan [...]


    9. Quoting Thoreau: "Our life is frittered away by detail simplify, simplify"Adapting the quote for this book: "Our IDEAS are frittered away by details SIMPLIFY, SIMPLIFY!!"The details here are: 1. subclauses, sub-subclauses, sub-sub-subclauses 2. including too many ideas in one sentence3. being too defensive or polite by using passive voice, indirect sentences, etc. 4. imprecise and ineffective choice of words5. too many "smurf": many arabic words and terms are taken for granted. Explain or transl [...]


    10. kajian islam yg komprehensif. mulai dari pengertian paling mendasar pokok2 islam, sampai kepada penerapan, perkembangan, dan tantangannya di masa depan; mencakup semua bidang, dari yg paling personal sampe kemasyarakatanmberikan pencerahan dan perspektif mendalam ttg islam yg universal; islam yang berlaku utk segala zaman; islam sbg rahmat bg seluruh alam; islam yg meninggikan.wajib dibaca klo ingin memberi makna pada apa yg kita anut, dan amalkan. tepat sesuai judulnya, agar islam kita 'membumi [...]


    11. Ini termasuk buku-buku agama berbahasa indonesia pertama yang kubaca (sebelumnya dibacain oleh guru agamaku dari bahasa arab dong hehehe). Dan seperti semua buku yang ada di ku, rating kuberikan berdasarkan kesanku ketika membaca buku itu jadi sangat sangat tergantung pada konteks saat itu. Buku semacam ini kalau kubaca pada saat ini mungkin tidak akan mendapat rating setinggi ini.Quraish shihab


    12. Written in 1969. This was a great discovery. The premise is that a black social worker can organize all the gang kids into an army to fight for the ghetto blacks. They rob a bank and an armory and when the ghetto folks start to riot in South Chicago they attack the National Guard. They even organize cells in other cities and war breaks out all over the country in the ghettoes. It was full of black power propanganda and every other word is 'whitey' or 'ofay'. Loved it.


    13. Aku punya dua buku ini. Tak tahu mengapa. Satu buku di Jakarta, satu lainnya di Bandung. Buku pertama, ada bubuhan tanda tangan Quraish. Aku memintanya, sewaktu menemani Ibu mengaji di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta. Aku termasuk pengagum Quraish. Tulisan-tulisan dan penjelasan-penjelasannya, menentramkan hati ku. Menjawab sebagian rasa penasaran ku.


    14. buku ini benar2 menjelaskan dan membuka mata bahwa Al-Quran merupakan sebuah mukjizat yang turun langsung dari Yang Maha Pencipta Semesta AlamBenar2 bukan buatan manusia dan di jaga oleh Sang Pemcipta keasliannyaSubhanallah


    15. Langsung menohok pada inti permasalahan dengan refleksi pada masalah-masalah kontemporer. Seolah mengajak kita berdialog, bukan menggurui. Wawasan yang luas dan resolusi yang tepat, membuat buku ini menjadi selalu penting untuk dibaca.


    16. Ini bukan buku bacaan. Ini buku refrensi bagi mahasiswa jurusan tafsir, hehe. Jadi kalau dibaca biasa ya agak membosankan memang. Tapi secara isi memang berbobot dan menarik, karena mungkin ada banyak wawasan yang sebelumnya tidak kita ketahui


    17. Dunia Bahagia, Akhirat Surga DBAS), merupakan batang tubuh yang ada dalam buku ini. Semua orang ingin mendapatkan kehidupan akhirat, tapi melupakan kehidupan dunia, atau sebaliknya. Maka buku ini layak untuk dijadikan sebagai bahan renungan, akan kemanakah hidup kita ini.


    18. Untuk memahami Al Quran, bisa dengan membacanya dan mendalami maknanya.ah paham bagaimana bisa melaksanakannya buku ini membantu menjelaskannyambantu sang manusia untuk memiliki wawasan lebih untuk menjalankan Perintah Nya


    19. Seorang teman memberikan buku ini pada saat yang tepat. Luar biasa bagaimana tulisan-tulisan dalam buku ini dapat memberikan ketenangan bagi saya. Ditulis dengan bahasa yang lugas tanpa maksud yang menggurui, sungguh memberikan pencerahan.



    20. Buku ini menjawab atas pertanyaan pertanyaan sosial yang rumit sehingga mampu dijelaskan melalui Al Quran dengan bahasa dan penjelasan yang sederhana.


    21. Mengubah cara pandang baru, bahwa Al Quran bukan hanya sebgai kitab suci saja melainkan menjadi refleksi dari perilaku kehidupan sehari-hari.


    Leave a Reply